Searching...
Tuesday, May 26, 2015
10:11 PM 0

Kisah nyata lelaki meninggal dunia setelah berdoa dicabut nyawa di Facebook


Hidup dan mati manusia sudah ada yang mengatur, yaitu sang pencipta sendiri yang mengaturnya. Sebagai manusia biasa, kita tidak bisa melihat apa yang akan terjadi di masa depan. Termasuk jodoh, rizki dan maut adalah rahasia Allah SWT. Karena tidak tahu kapan kita akan menghadap sang Khalik, maka sebaiknya kita lebih meningkatkan amal dan ibadah kita kepada-Nya.

Berbicara soal maut, kali ini ada sebuah kisah nyata yang baru saja terjadi beberapa bulan yang lalu. Peristiwa ini sangat menghebohkan jagat dunia maya, padahal sebenarnya kejadian ini sebenarnya sudah banyak terjadi di mana-mana. Tapi, sebenarnya apa yang membuat peristiwa ini menjadi hal yang menggemparkan publik?

Mungkin Anda masih ingat dengan seorang remaja bernama Rizki Ramadhan (18) warga Kampung Bongas, Sukakarsa, Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya. Ia adalah salah seorang korban tewas dalam kecelakaan yang melibatkan beberapa kendaraan sekaligus.

Dirinya tewas di TKP setelah ia mengalami luka yang cukup serius di kepala setelah dirinya terlindas truk pengangkut kerupuk tepatnya di perempatan Bantar Jl. Ir. H. Juanda Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Kecelakaan ini berawal ketika korban mengendarai sepeda motor ngebut dan menyalip truk tersebut dari sebelah kiri. Naas, sepeda motornya menyenggol body truk sehingga dia terjatuh ke aspal dan langsung terlindas roda truk.

Yang membuat heboh adalah karena beberapa hari sebelum ia menemui ajalnya, ia diketahui sempat meminta kepada Tuhan untuk segera dipanggil oleh-Nya. Sehingga kabar ini langsung membuat heboh warga maya.

Banyak yang penasaran dengan status yang dibuat oleh korban, sehingga status tersebut pun menjadi bahan pergunjingan di dunia maya. Seperti ini lah status pemuda berusia 18 tahun.

Karena statusnya tersebut, sehingga banyak orang yang mengkait-kaitkan kematian Rizki Ramadhan dengan status yang ia buat di jejaring sosial tersebut.

Tentu Anda tahu bukan dengan istilah 'ucapan adalah doa', hal inilah yang di sangkut pautkan dengan kematian remaja ini.

Karena kita mengetahui bahwa setiap perkataan yang keluar dari mulut kita adalah do'a, maka sebaiknya kita senantiasa menjaga tutur kata kita baik dalam kehidupan nyata, maupun di dunia maya.



Karena, Tuhan itu tidak tidur. Dia akan senantiasa mendengar do'a dari hamba-hamba-Nya. Bahkan Ia juga akan mengabulkan do'a dari hamba-Nya yang di kehendaki-Nya.

Dari peristiwa di atas, kita mendapatkan pelajaran berharga bahwa kita harus selalu menjaga ucapan kita. Jangan sampai sesuatu yang kita ucapkan karena 'iseng' menjadi sebuah do'a yang menjadi nyata.

Selain itu, dalam menjalani kehidupan ini manusia pasti akan mendapatkan banyak rintangan dan cobaan. Jadi, janganlah selalu mengeluh kepada Allah. Karena dengan berusaha, kita pasti bisa melewati segala cobaan itu.

Dan semoga, arwah dan jiwa dari Rizki Ramadhan ini tenang disana dan di tempatkan di tempat yang sebaik-baiknya di sisi-Nya. Amin.


0 comments:

Post a Comment